<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://tafsiralam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tafsiralam.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com site</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jun 2011 06:38:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='tafsiralam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/17716f1ccd6395bd1c1f5be167be9697?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://tafsiralam.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://tafsiralam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Apa Cita-cita Mu..??&#8221;</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/30/apa-cita-cita-mu/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/30/apa-cita-cita-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 04:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Apa Cita-cita Mu..??&#8221; My facebook (Tafsir Alam) Assalamualaikum Wr. Wb. Sewaktu kecil, kita sering ditanya oleh banyak orang : “Apa cita-citamu?”. Biasanya kita menjawab dokter, insinyur, guru, polisi, atau arsitek. Memang pada saat itu kita belum mengerti bagaimana diri kita. Sehingga cita-cita yang kita ucapkan pun hanya berdasarkan apa yang kita ketahui. Namun, seiring berjalannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=108&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bannerbreak.com/" title="Banner Maker"><img src="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" border="0" alt="Banner Maker" title="Banner Maker"></a><br />
<strong></strong>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#FF0000;">Apa Cita-cita Mu..??&#8221;</span></strong><br />
<a href="http://www.facebook.com/tafsiralam" title="Tafsir Alam" target="_blank">My facebook (Tafsir Alam)</a><br />
<a href="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/tafsir-alam2.jpg"><img src="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/tafsir-alam2.jpg?w=192&#038;h=300" alt="" title="tafsir-alam" width="192" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-109" /></a><br />
Assalamualaikum Wr. Wb.</p>
<p></a>
<p align="justify">Sewaktu kecil, kita sering ditanya oleh banyak orang : “Apa cita-citamu?”. Biasanya kita menjawab dokter, insinyur, guru, polisi, atau arsitek. Memang pada saat itu kita belum mengerti bagaimana diri kita. Sehingga cita-cita yang kita ucapkan pun hanya berdasarkan apa yang kita ketahui. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika pertanyaan itu diulang kembali, apakah jawaban kita sama seperti dulu? Ada yang ya ada juga yang tidak.</p>
<p></a>
<p align="justify">Banyak orang yang menganggap remeh suatu cita-cita. Saya pernah bertanya pada seorang teman tentang cita-citanya. Dia menjawab begini : “Apa ya? Aku nggak tau. Jadi orang baik kali ya?”. Ya, walaupun menjadi orang baik juga merupakan suatu tujuan hidup, akan tetapi itu hanya mencakup sebagian dari diri kita. Saya pikir suatu cita-cita sangatlah penting bagi kita. Entah, itu akan berubah seiring bertambahnya umur kita atau tidak. Mungkin dulu kita hanya asal saja memilih suatu cita-cita. Namun, sekarang kita pasti sudah mengetahui apa yang benar-benar kita suka, kita bisa, dan kita kuasai.</p>
<p></a>
<p align="justify">Bagi saya, cita-cita merupakan suatu refleksi dari diri kita. Cita-cita merupakan suatu gambaran dari diri kita tentang sifat, bakat, maupun minat kita. Maka dari itu, janganlah pernah tidak mempunyai cita-cita sama sekali. Karena cita-cita juga merupakan tujuan hidup kita. Entah itu akan tercapai atau tidak. Akan tetapi, setidaknya kita sudah memiliki jalan hidup yang tidak akan menyimpang jauh dari harapan kita. Selain itu, janganlah sekali-kali memilih cita-cita yang tidak sesuai dengan sifat, bakat, maupun minat kita karena hal itu akan mempersulit jalan kita untuk mewujudkannya. Misalnya, jika kita berbakat menjadi atlet, tapi kita lebih memilih menjadi dokter karena faktor gengsi.<span id="more-108"></span></p>
<p></a>
<p align="justify">Jika sudah memiliki cita-cita, selalulah berusaha untuk mencapainya walaupun itu sulit, mustahil, dan kita berpikir tidak akan dapat mencapainya. Entah itu karena faktor ekonomi maupun lingkungan. Karena, jika kita berusaha, tentulah ada jalan bagi kita. Ingat, Allah tidak akan mengubah nasib suatu bangsa jika kita tidak berusaha mengubahnya. Maka dari itu, saya berpesan agar selalu berusaha mencapai cita-cita yang kita impikan. Tentunya dengan kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong terwujudnya cita-cita tersebut. Semoga kita dapat mencapai apa yang kita inginkan. Amien ^_^</p>
<p>Wassalamualaikum Wr. Wb.<br />
<a href="http://t4fsir.wordpress.com/" title="t4fsir.wordpress.com"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=108&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/30/apa-cita-cita-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/tafsir-alam2.jpg?w=192" medium="image">
			<media:title type="html">tafsir-alam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>8 Manfa&#8217;at Mempunyai Wajah Kurang Cakep</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/29/8-manfaat-mempunyai-wajah-kurang-cakep/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/29/8-manfaat-mempunyai-wajah-kurang-cakep/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 May 2011 02:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[8 Manfa&#8217;at Mempunyai Wajah Kurang Cakep My facebook (Tafsir Alam) Saya rasa tidak ada orang yang ingin dilahirkan jadi orang jelek karena semua ingin lahir dengan rupa yang baik dan setelah besar tumbuh dan berkembang menjadi orang yang cakep yaitu kalau laki-laki itu ganteng dan kalau perempuan itu cantik. Tapi apa mau dikata kita tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=103&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bannerbreak.com/" title="Banner Maker"><img src="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" border="0" alt="Banner Maker" title="Banner Maker"></a><br />
<strong></strong>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#FF0000;">8 Manfa&#8217;at Mempunyai Wajah Kurang Cakep</span></strong><br />
<a href="http://www.facebook.com/tafsiralam" title="Tafsir Alam" target="_blank">My facebook (Tafsir Alam)</a><br />
<a href="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/tafsir-alam1.jpg"><img src="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/tafsir-alam1.jpg?w=191&#038;h=300" alt="" title="Tafsir Alam" width="191" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-104" /></a><br />
</a>
<p align="justify">Saya rasa tidak ada orang yang ingin dilahirkan jadi orang jelek karena semua ingin lahir dengan rupa yang baik dan setelah besar tumbuh dan berkembang menjadi orang yang cakep yaitu kalau laki-laki itu ganteng dan kalau perempuan itu cantik. Tapi apa mau dikata kita tidak bisa memilih dan penampilan merupakan anugerah dari Sang Maha Kuasa.</p>
<p></a>
<p align="justify">Sebenarnya orang yang memiliki wajah atau penampilan yang relatif jelek itu tidak selalu membawa berkah karena semua ada hikmah atau keunggulan tertentu yang belum tentu bisa diraih oleh orang yang berpenampilan relatif baik. Diantaranya yaitu :</p>
<p></a>
<p align="justify">1. Tidak Banyak Gangguan Untuk Mengembangkan Diri<br />
</a>
<p align="justify">Orang yang berwajah jelek dan biasa saja punya banyak waktu luang untuk pengembangan diri karena tidak banyak gangguan dengan pacaran, dikejar penggemar, digoda lawan jenis, ditawari jadi foto model, kerja part time yang mengumbar kelebihan fisik, dan berbagai gangguan lain akibat keunggulan fisik. Terdapat waktu banyak untuk belajar dan berkarir labih serius untuk mempersiapkan masa depan yang akan dijalani nanti.</p>
<p>2. Tidak Mengalami Patah Hati Yang Serius<br />
</a>
<p align="justify">Kalau selama remaja tidak memikirkan masalah pacaran maka tidak mungkin ada rasa sakit hati karena diputuskan pacar, dikhianati pacar, rasa cemburu buta, dan lain sebagainya. Paling-paling hanya iri sama orang lain karena jomblo dan cemburu karena lawan jenis yang kita suka mesra dengan orang lain.</p>
<p>3. Mendapat Jodoh Yang Serius Dan Baik<br />
</a>
<p align="justify">Jika serius menggarap masa depan dan akhirnya mendulang sukses,<span id="more-103"></span> pintar serta kemapanan maka tidak mungkin jodoh akan datang sendiri karena dari sisi bobot bibit bebet terpenuhi bobot dan bebet. Dengan kondisi sukses maka orang jelek bisa memperbaiki penampilan diri dengan uang yang melimpah sehingga memperbesar mendapat pasangan yang berkualitas baik. Tetapi jangan terlalu mengharap yang high quality karena cukup pandai dan baik saja itu sudah cukup untuk membentuk keluarga yang bahagia. Tidak perlu dapat jodoh yang cakep di fisik saja karena justru bisa menimbulkan masalah jika orang itu tidak memiliki itikad baik dan juga terlalu lugu / polos.</p>
<p>4. Lebih Bisa Menjaga Kesucian (Keperawanan / Keperjakaan)<br />
</a>
<p align="justify">Orang yang jelek / biasa yang memiliki iman yang kuat kurang dilirik lawan jenis untuk diajak melakukan seks bebas sehingga banyak terhindar dari perbuatan dosa, dari pergaulan bebas yang salah jalan, dari pengaruh ajakan narkoba, rokok, minuman keras, dsb. Setelah dewasa pun akan punya rasa percaya diri dan nilai lebih dari orang yang terjerumus pergaulan sesat. Orang yang jelek atau biasa saja bisa juga terjerumus jika tidak punya iman hanya sebagai orang yang diperalat oleh lawan jenis untuk pemuas nafsu, pemorotan uang, dll. Yang pasti setelah dewasa dan sadar orang jelek / biasa akan lebih menyesal dari yang berpenampilan oke.</p>
<p>5. Punya Banyak Kesempatan Untuk Mencengangkan Orang Lain<br />
</a>
<p align="justify">Orang yang mukanya biasa ke bawah biasanya kurang diperhitungkan dan dianggap masa depan akan biasa-biasa atau di bawah standard. Namun jika serius menggarap masa depan dan berhasil maka orang yang menganggap rendah kita akan tercengang hebat dan iri. Para lawan jenis pun dari yang acuh bisa berubah menjadi suka karena kepandaian dan kesuksesan yang telah diraih dengan kerja keras hasil banting tulang sendiri.</p>
<p>6. Minim Gangguan Setelah Berkeluarga<br />
</a>
<p align="justify">Orang yang memiliki muka yang jelek dan biasa umumnya kurang dilirik oleh pihak luar yang dapat menghancurkan koharmonisan rumah tangga yang sedang berjalan. Yang ada mungkin pihak luar yang hanya suka dengan harta yang dimiliki oleh keluarga itu. Dengan begitu bagi orang jelek / biasa yang pandai dan beriman, rintangan hidup semacam itu tidak akan diindahkan.</p>
<p>7. Meminimalisir Berbagai Tindak Kejahatan / Kriminalitas Seksual<br />
</a>
<p align="justify">Memiliki wajah yang dianggap bagus akan membahayakan kita ketika masih kecil dan remaja yang umumnya memiliki pemikiran yang polos. Ada banyak orang dewasa yang suka memangsa anak di bawah umur serta orang dewasa yang senang menjerumuskan pemuda pemudi abg ke lembah hitam. Memiliki anak yang secara umum dinilai cakep akan lebih membuat kita waswas karena akan lebih aktif dalam menarik rasa suka dari teman sebaya maupun yang lebih tua. Jika tidak diawasi dan dibekali dengan baik, masa depannya bisa hancur berantakan dalam sekejap.</p>
<p>8. Lebih Dihargai Karena Kemampuan Murni &amp; Keimanan<br />
</a>
<p align="justify">Seseorang yang cerdas / pandai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki serta memiliki keimanan yang baik di sisi agama sehingga memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat umum akan jauh lebih dihargai oleh orang lain dan juga Tuhan. Berbeda dengan orang yang cakep secara fisik namun otaknya biasa dan perilakunya kurang baik di mata masyarakat. Mungkin orang segan kerena dia cakep tapi di belakang akan dicemoh. Orang jelek yang bodoh akan sangat berbahaya di masa depan, karena akan kalah bersaing dengan orang cakep yang bodoh. Tetapi orang jelek yang cerdas akan bisa memiliki ribuan anak buah yang cakep-cakep.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=103&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/29/8-manfaat-mempunyai-wajah-kurang-cakep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/tafsir-alam1.jpg?w=191" medium="image">
			<media:title type="html">Tafsir Alam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita yang di Idamkan Pria</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/28/wanita-yang-di-idamkan-pria/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/28/wanita-yang-di-idamkan-pria/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 May 2011 07:29:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Wanita yang di Idamkan Pria My facebook (Tafsir Alam) Manusia tidak ada yang sempurna, tetapi mencoba merubahnya kearah yang lebih baik, meniru untuk menjadi lebih baik tidak ada salahnya dong, pepatah bilang, Janganlah mencintai seseorang dengan melihat kelebihannya, cintai kamu akan semakin kuat ketika kamu mencintai seseorang dari kekurangannya. 1. Lemah-lembut Coba perhatikan cara wanita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=94&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bannerbreak.com/" title="Banner Maker"><img src="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" border="0" alt="Banner Maker" title="Banner Maker"></a><br />
<strong></strong>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#FF0000;">Wanita yang di Idamkan Pria</span></strong><br />
<a href="http://www.facebook.com/tafsiralam" title="Tafsir Alam" target="_blank">My facebook (Tafsir Alam)</a><br />
<a href="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/wanita-yang-baik.jpeg"><img src="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/wanita-yang-baik.jpeg?w=468" alt="" title="wanita yang baik"   class="alignleft size-full wp-image-95" /></a><br />
</a>
<p align="justify">Manusia tidak ada yang sempurna, tetapi mencoba merubahnya kearah yang lebih baik, meniru untuk menjadi lebih baik tidak ada salahnya dong, pepatah bilang, Janganlah mencintai seseorang dengan melihat kelebihannya, cintai kamu akan semakin kuat ketika kamu mencintai seseorang dari kekurangannya.</p>
<p>1. Lemah-lembut<br />
</a>
<p align="justify">Coba perhatikan cara wanita berbicara kepada teman-temannya. Apakah dia selalu suka bernada keras, teriak-teriak, atau malah sopan dan selalu lembut dalam berkata-kata? Ciri-ciri inilah yang mencerminkan di mana cara si wanita akan berbicara kepada kamu dan keluargamu nantinya.</p>
<p>2. Hemat<br />
</a>
<p align="justify">Pria mana yang mau punya Cewek bermaterialistis? Nanti kalau kamu sudah berkeluarga dengan Cewek tersebut, dia akan menghabiskan uang untuk belanja baju-baju yang tidak perlu. Coba perhatikan dari cara dia menghabiskan uangnya sekarang. Apakah dia termasuk orang yang hemat, pelit, atau hura-hura?</p>
<p>3. Perhatian<br />
</a>
<p align="justify">“Kok dia bisa ingat dengan ulang tahun orang tuaku?” ujar kamu. Itu adalah pertanda bagus. Dia benar-benar perhatian akan hal-hal kecil seperti itu. Padahal, kalian belum menikah. Sehabis kamu pulang kerja, makananpun sudah tersedia. Saat kamu sedang sakit, dia memasakan bubur untuk kamu. Hal-hal kecil seperti itulah yang akan membantu dan memperkuat hubungan kamu.<span id="more-94"></span>Bukankah Cowok juga memang suka diberi perhatian lebih dari si Cewek?</p>
<p>4. Penyabar<br />
</a>
<p align="justify">Kamu telat untuk kencan dengan si Cewek tapi si Cewek tidak marah sama sekali saat kamu datang dan dia sudah menunggu 25 menit kelaparan. Kenapa sabar itu ciri-ciri yang baik? Coba pikirkan kalau anda sedang dalam situasi apa saja yang berbau negatif; kesabaran itu akan membantu suasana itu tidak menjadi lebih buruk. Coba bayangkan kamu sedang kencan dengan Cewek yang tidak sabar. Sedikit-sedikit dia marah karena kamu tidak tepat waktu, berbuat sedikit kesalahan. Kencan yang seharusnya senang-senang malahan menjadi pengalaman buruk.</p>
<p>5. Sederhana<br />
</a>
<p align="justify">Perhatikan apakah si Cewek kamu suka berlebihan di depan teman-temannya. Apakah dia suka memamerkan tas baru yang baru dia beli hari itu juga? Orang yang suka pamer dan tidak sederhana menunjukan kalau si Cewek itu tidak percaya diri; ada kekurangan yang dia punya dan ingin menutupinya dengan memamerkan sesuatu yang lebih dari dia. Ini sifat yang tidak bagus untuk para Cowok.</p>
<p>6. Jaga kecantikan<br />
</a>
<p align="justify">Tidak berarti Cewek itu harus tampil cantik, tapi menjaga kecantikan itu juga berarti itu Cewek tahu bagaimana caranya menjaga dan merawat dirinya sendiri. Jikalah anda sedang berkencan dengan dia, perhatikanlah “make-up” yang dia pakai. Apakah terlalu berlebihan sehingga menarik perhatian orang-orang lain di sekitar anda? Apakah dia memakai rok mini yang berlebihan? Jaga kecantikan itu berarti menjaga penampilan secukupnya dan sewajarnya di saat dan tempat yang benar.</p>
<p>7. Dewasa dan bijaksana<br />
</a>
<p align="justify">Cowok suka dengan Cewek yang bijaksana dan bersikap dewasa. Di saat kesusahan, Cowok akan membutuh bantuan dari seorang Cewek yang dewasa dan bijaksana dalam mengambil keputusan.</p>
<p>8. Taat beragama<br />
</a>
<p align="justify">Agama adalah salah satu pegangan hidup untuk kita manusia. Taat kepada agama juga menunjukan kalau si Cewek akan taat terhadap kamu. Bukan berarti kamu bisa semena-mena terhadap dia dan menyuruh si Cewek untuk menuruti apapun yang kamu mau, tapi taat beragama menunjukan bahwa si Cewek juga mempunyai prinsip hidup yang baik dan yang dia tekuni.</p>
<p>9. Keibuan<br />
</a>
<p align="justify">Cewek kalau senang bermain dengan anak kecil, bisa menggendong bayi, menunggu mereka tidur, dan sebagainya. Inilah tanda-tanda dari Cewek yang bisa kamu bayangkan saat mereka menjadi istri kamu. Dia akan menjadi seorang ibu yang pandai di dalam rumah tangga.</p>
<p>10. Tabah menderita dan mau bekerja keras<br />
</a>
<p align="justify">Inilah salah satu ciri-ciri dari Cewek yang agak susah dicari. Mengapa? Cewek sudah terbiasa dengan tradisi di mana Cowok yang mencari uang. Di masa-masa sulit, Cewek biasanya tidak terbiasa untuk bekerja keras untuk keluarga. Jikalau kamu sudah menemukan Cewek yang tabah menderita dan mau bekerja keras, hargailah dia.</p>
<p></a>
<p align="justify">Nah, sampaikan kapan pun kita mencari seseorang untuk dicintai dengan sempurna, sampai kapan pula kamu tidak akan mendapatkannya.  Cinta yang sebenarnya adalah menerima kekurangan pasangan kita dengan sempurna, bukan mencari pasangan yang sempurna</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=94&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/28/wanita-yang-di-idamkan-pria/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/wanita-yang-baik.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">wanita yang baik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baterai dari Kopi: Sumber Energi Alternatif Baru</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/23/baterai-dari-kopi-sumber-energi-alternatif-baru/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/23/baterai-dari-kopi-sumber-energi-alternatif-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 06:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Kopi Sebagai SEA Baru My facebook (Tafsir Alam) Perkembangan teknologi akhir-akhir ini mulai merambah di bidang pemberdayaan sumber energi alternatif. Salah satunya ialah penggunaan kopi sebagai sumber energi. Saat ini, teknologi terbaru Nespresso Capsules tengah dikembangkan agar dapat diproduksi secara massal dan murah. Nespresso Capsules ialah sebuah baterai hemat energi yang menggunakan kopi sebagai bahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=90&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bannerbreak.com/" title="Banner Maker"><img src="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" border="0" alt="Banner Maker" title="Banner Maker"></a><br />
<strong></strong>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#FF0000;">Kopi Sebagai SEA Baru</span></strong><br />
<a href="http://www.facebook.com/tafsiralam" title="Tafsir Alam" target="_blank">My facebook (Tafsir Alam)</a><br />
<a href="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/baterai-kopi1.jpg"><img src="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/baterai-kopi1.jpg?w=468" alt="" title="Baterai-kopi1"   class="alignleft size-full wp-image-91" /></a>
</p>
<p align="justify">Perkembangan teknologi akhir-akhir ini mulai merambah di bidang pemberdayaan sumber energi alternatif. Salah satunya ialah penggunaan kopi sebagai sumber energi. Saat ini, teknologi terbaru Nespresso Capsules tengah dikembangkan agar dapat diproduksi secara massal dan murah. Nespresso Capsules ialah sebuah baterai hemat energi yang menggunakan kopi sebagai bahan dasarnya. Ide penemuan baterai ramah lingkungan ini pertama kali digagas oleh Mischer Traxler.</p>
<p align="justify">Struktur sumber energi alternatif ini terdiri dari kapsul alumunium, dengan strip tembaga, air garam, dan tentunya bubuk kopi. Prinsip kerja baterai ini pun cukup sederhana, alumunium berfungsi sebagai anoda, kemudian tembaga sebagai katoda, sedangkan air garam berfungsi sebagai elektrolit. Bisa dikatakan proses kimia dalam baterai ini mirip dengan cara kerja baterai mobil.</p>
<p align="justify">Struktur Baterai Kopi &#8211; Sumber energi alternatifDalam proses kimia yang cukup sederhana tersebut, setiap baterai mampu menghasilkan energi listrik sebesar 1,5 – 1,7 Volt, setara dengan baterai ukuran AA yang sering kita gunakan. Sehingga kelak baterai hemat energi ini diharapkan mampu menggantikan baterai standar. Seperti yang kita ketahui, sumber energi baterai konvensional yang kita pakai sekarang memiliki bahan dasar yang cukup berbahaya bagi lingkungan.<span id="more-90"></span></p>
<p align="justify">Baterai bertenaga kopi ini sudah diuji penggunaannya dalam Venice Design Week, di mana 700 baterai kopi ini mampu memberi tenaga bagi jam di festival teknologi tersebut. Saat ini, kinerja baterai ini tengah dalam pengembangan. Harapannya, kelak baterai ini juga bisa menggantikan sistem baterai yang lebih rumit seperti yang digunakan produk-produk teknologi informasi, diantaranya baterai laptop maupun baterai handphone.<br />
<a href="http://teknologi.gravisware.com/baterai-dari-kopi-sumber-energi-alternatif-baru/" title="Sumber Energi Alternatif" target="_blank"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=90&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/23/baterai-dari-kopi-sumber-energi-alternatif-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/baterai-kopi1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Baterai-kopi1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menemukan Kebahagiaan Hidup</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/32/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/32/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 04:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/32/</guid>
		<description><![CDATA[Menemukan Kebahagiaan Hidup Kita bisa memilih jadi orang yang bahagia atau jadi orang yang tidak bahagia. Tak perlu menyalahkan faktor eksternal karena ternyata kebahagiaan itu adalah pilihan yang bisa diperjuangkan dengan sejumlah langkah. Jika mau bahagia, ada 7 langkah yang pantas dipertimbangkan diikuti. &#8220;Kebahagiaan itu ibarat kupu-kupu. Makin sering kita memburunya, makin pintar ia mengelak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=32&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bannerbreak.com/" title="Banner Maker"><img src="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" border="0" alt="Banner Maker" title="Banner Maker"></a><br />
<strong></strong>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#FF0000;">Menemukan Kebahagiaan Hidup</span></strong><br />
<a href="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/kehidupan1.jpg"><img src="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/kehidupan1.jpg?w=468" alt="" title="kehidupan"   class="alignleft size-full wp-image-80" /></a>
</p>
<p align="justify">Kita bisa memilih jadi orang yang bahagia atau jadi orang yang tidak bahagia. Tak perlu menyalahkan faktor eksternal karena ternyata kebahagiaan itu adalah pilihan yang bisa diperjuangkan dengan sejumlah langkah. Jika mau bahagia, ada 7 langkah yang pantas dipertimbangkan diikuti.</p>
<p align="justify">&#8220;Kebahagiaan itu ibarat kupu-kupu. Makin sering kita memburunya, makin pintar ia mengelak dari kita. Tetapi jika kita alihkan perhatian pada hal lain, ia justru datang dan duduk manis bersandar di bahu kita,&#8221; ujar penulis Henry david Thoreau.</p>
<p align="justify">Kita punya pilihan apakah mau hidup bahagia atau tidak bahagia.Kita bisa mati-matian mengejar kupu-kupu dan kebahagiaan tak pernah diraih, atau duduk manis dan kebahagiaan datang dengan sendirinya. Tetapi bagaimana caranya agar kebahagian menghampiri kita?</p>
<p align="justify">Penelitian menunjukkan bahwa bakat untuk menjadi orang yang bahagia, untuk sebagian besar kasus, ditentukan oleh faktor genetik orang bersangkutan. Psikolog Prof. david T. Lykken, penulis Happiness: Its Nature and Nurture,menyebutkan, &#8220;Mencoba untuk menjadi orang yang lebih bahagia seperti mencoba untuk jadi orang yang lebih tinggi&#8221;.Masing-masing dari kita sudah punya batasan bakat bahagianya masing-masing.<span id="more-32"></span></p>
<p align="justify">Tetapi sejumlah psikolog yang meneliti soal kebahagiaanpercaya bahwa kita bisa mengejar kebahagiaan itu sampai optimal untuk masing-masing diri kita. Kita bisa melakukannya dengan membendung emosi negatif seperti pesimis, benci, dendam, dan marah. Kita juga bisa mengembangkan emosi positif, seperti empati, hidup tenteram, dan terutama belajar bersyukur. Berikut ini 7 tahap untuk menemukan kebahagiaan itu.</p>
<p align="justify">1. don&#8217;t Worry, Choose Happy<br />
Tahap pertama adalah menetapkan pilihan dengan sadar bahwa kita ingin mendapatkan kebahagiaan. dalam buku The Conquet of Happiness, Bertrand Russell mengatakan, &#8220;Kebahagiaan itu bukan sesuatu yang jatuh ke mulut seperti buah yang matang. Kebahagiaan itu lebih merupakan pencapaian dibanding sebagai hadiah dari Tuhan. dalam hal ini merupakan perpaduan antara usaha internal dan eksternal kita.&#8221;<!--more--></p>
<p align="justify">Belakangan para psikolog yang meneliti soal kebahagiaan sependapat dengannya.Menjadi bahagia itu ditentukan oleh niat dan komitmen menggapainya. &#8220;Itu merupakan pilihan yang disadari melalui sikap dan kelakuan,&#8221; kata mereka.Pilihlah keinginan menjadi bahagia sebagai target tertinggi. Selanjutnya, cari cara untuk mempelajari bagaimana menggapai kebahagiaan itu. Misalnya, dengan melakukan program ulang mengenai keyakinan dan nilai-nilai diri kita. Pelajari keterampilan manajemen diri, tambah kemampuan hubungan antarpersonal, dan tingkatkan keterampilan yang mendukung karier kita.Orang yang bahagia adalah orang yang berbuat sesuatu dengan benar dan menumbuhkan nilai-nilai dirinya. Para psikolog percaya, sekali kita menetapkan target tertinggi kita adalah kebahagian, kita dengan sendirinya akan mencari strategi untuk mencapainya.</p>
<p align="justify">2.Tanamkan Sikap Selalu Bersyukur<br />
Dalam bukunya Authentic Happiness, psikolog University of Pennsylvania Martin Seligman mendorong para pembacanya agar setiap hari belajar bersyukur. Ini sepertinya hal mudah. Namun banyak orang justru mengabaikannya.Buatlah daftar dari berbagai hal yang membuat kita pantas bersyukur dan berusahalah mensyukurinya. Ini akan mendorong orang menjauh dari sikap benci dan putus harapan yang akan mendorong kebahagiaan.</p>
<p align="justify">3.Kembangkan Sikap Mudah Memaafkan<br />
Memelihara sikap pendendam dan suka berkeluh-kesah dapat mempengaruhi psikologi dan kesehatan kita. Satu cara untuk<br />
menguranginya adalah dengan mencoba mengembangkan sikap mudah memaafkan. Hal ini akan mengurangi berkembangnya kebencian dan dendam. dalam bukunya Five Steps to Forgiveness, psikolog Everett Worthington, menyarankan lima tahap untuk bisa memaafkan. Pertama, ingat rasa sakit. Kemudian berempatilah dan coba pahami dengan mengambil sikap kita menjadi pelaku kejahatan. Lalu bayangkan ketika kita dimaafkan. Setelah itu berkomitmenlah bahwa rasa maaf itu akan diucapkan. Terakhir, cobalah memaafkan. Jangan terpaku pada kemarahan, sakit hati, dan keinginan untuk balas dendam.</p>
<p align="justify">4.Mengurangi Pikiran dan Perasaan Negatif<br />
Dalam bukunya The Happiness Hypothesis,Jonathan Haidt membandingkan pikiran dengan orang yang sedang mengendarai gajah. Gajah menunjukkan kekuatan pikiran dan perasaan (sebagian besar tak disadari) yang mengendalikan kelakuan kita. Orang, meskipun kadang lemah, dapat mengendalikan gajah, persis seperti kita dapat mengendalikan pikiran dan perasaan negatif. &#8220;Kuncinya adalah komitmen untuk melakukan sesuatu demi melatih sang gajah,&#8221; katanya. &#8220;Banyak hal yang bisa kita lakukan. Caranya hanya lakukan saja.&#8221; Kadang mungkin perlu belajar bagaimana mengurangi pikiran negatif, tetapi sering kali malah dengan hanya membaca suatu buku pengaruh positif sudah bisa kita dapat.</p>
<p align="justify">5.Ingatlah, Uang Tak Bisa Membeli Kebahagiaan<br />
Riset menunjukkan bahwa sekali pendapatan kita meningkat melewati ambang batas kemiskinan, memiliki kelebihan uang hanya membawa sedikit tambahan kebahagiaan. Tetapi kita tetap memegang asumsi bahwa meski barang yang dimiliki terbukti tak membawa kebahagiaan sepenuhnya, kita selalu menganggap itu salah, dan kita tak mau mengakui kalau mengejar kebahagian (dengan membeli barang) itu adalah usaha sia-sia. &#8220;Terlepas dari bagaimana kita mencapai pengejaran barang yang kita impikan, hal itu tak selalu membawa kebahagiaan yang abadi,&#8221; katanya.</p>
<p align="justify">6.Kembangkan Persahabatan<br />
Ada beberapa obat penawar ketidakbahagiaan dibanding memutus pertemanan dengan orang yang peduli pada kita, kata david G. Myers, penulis The Pursuit of Happiness. Sebuah penelitian di Australia menemukan bahwa orang-orang di atas 70 tahunyang memiliki jaringan pertemanan yang kuat lebih panjang umur. &#8220;Sayangnya, kehidupan masyarakat kita sekarang justru makin individualistik di mana sejumlah ahli percaya bahwa hal itu justru menjadi wabah depresi. Padahal jalinan sosial bisa menjadi penyedia dukungan di saat kita mengalami waktu-waktu sulit,&#8221; katanya.</p>
<p align="justify">7.Ikuti Kegiatan yang Berarti<br />
Orang jarang bahagia ketika sedang terbawa arus. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pikiran butuh tantangan untuk menyerap sesuatu yang bermakna. Meski kegiatan berlehan-leha dengan hanya menonton televisi bisa mendatangkan kebahagiaan, tetapi itu termasuk ke dalam level kebahagiaan paling rendah. Untuk meraih kehidupan yang lebih bermakna kita perlu melakukan sesuatu di dalamnya seperti membantu orang. Memang itu memerlukan investasi awal berupa perhatian, tetapi akhirnya kita akan mendapat kesenangan darinya.</p>
<p>Nah, karena bahagia itu pilihan, kita bisa memilihnya menjadi orang bahagia atau tidak bahagia. Anda temasuk mana saat ini?</p>
<p><a href="http://tafsiralam.wordpress.com/">tafsiralam.wordpress.com/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=32&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/32/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/kehidupan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kehidupan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indahnya Hidup Mandiri</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/30/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/30/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 04:01:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/30/</guid>
		<description><![CDATA[Indahnya Hidup Mandiri My facebook (Tafsir Alam) Adalah hal yang lumrah ketika banyak diantara kita yang merindukan hidup segera mandiri terutama bagi seorang mahasiswa. Lepas dari ketergantungan biaya dari orang tua memang prestasi terhebat. Mengingat sudah berumur menjelang atau sudah diatas 20 tahun, namun masih saja takut dengan pemutusan Program bea siswa rutin orang tua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=30&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bannerbreak.com/" title="Banner Maker"><img src="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" border="0" alt="Banner Maker" title="Banner Maker"></a><br />
<strong></strong>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#FF0000;">Indahnya Hidup Mandiri</span></strong><br />
<a href="http://www.facebook.com/tafsiralam" title="Tafsir Alam" target="_blank">My facebook (Tafsir Alam)</a><br />
<a href="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/hidup-mandiri1.jpeg"><img src="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/hidup-mandiri1.jpeg?w=468" alt="" title="hidup-mandiri"   class="alignleft size-full wp-image-87" /></a></p>
<p align="justify">Adalah hal yang lumrah ketika banyak diantara kita yang merindukan hidup segera mandiri terutama bagi seorang mahasiswa. Lepas dari ketergantungan biaya dari orang tua memang prestasi terhebat. Mengingat sudah berumur menjelang atau sudah diatas 20 tahun, namun masih saja takut dengan pemutusan Program bea siswa rutin orang tua tiap bulannya. Ya Mandiri, itu semua hanya impiam belaka, mimpi kosong di siang bolong. No action, no result.  Yang pengen mandiri itu banyak, tapi yang benar-benar jadi hanya sebagian kecil saja. Ini memang fakta yang sudah tak terbantahkan lagi.</p>
<p align="justify">Memang nyaman ke kampus pakai mobil, motor, walau milik orang tua. Memang enak kalau mau makan tinggal ambil duit ke ATM. Memang asyik bila mau jalan-jalan, duitnya tinggal telepon orang tua. Memang nikmat kalau kuliah tinggal nunggu kiriman bokap. Tapi, pernahkah kita berfikir bahwa kenyamanan tersebut telah mendidik kita menjadi pribadi yang pasif, bermental miskin, dan mematikan sejuta potensi kreatifitas kita? Hal ini perlu menjadi renungan. Kapankah kita akan berhenti bergantung pada orang tua sementara diri kita tak pernah disiapkan untuk menjadi pribadi yang mandiri? Apakah kita tak pernah berfikir bahwa orang tua tak pernah mendambahkan anak yang selalu bergantung padanya, tak bisa mandiri?<br />
<span id="more-30"></span>
</p>
<p align="justify">Saudaraku, sudah saatnya kita keluar dari zona nyaman ini (kondisi pasif), sungguh ini tak mendidik untuk maju. Saya kira ada 5 poin penting yang perlu kita persiapkan untuk menjadi pribadi yang bermental kaya, pemuda mandiri :</p>
<p>  1. Visi hidup yang jelas, terukur, dan besar.</p>
<p align="justify">Disainlah hidupmu. Mau dibawa kemana hidupmu 5, 10, atau 20 tahun yang akan datang. Hal apa saja yang harus kau lakukan dan untuk apa. Namun satu catatan penting, hiduplah untuk memberi yang sebesar-besarnya bukan menerima yang sebesar-besarnya.</p>
<p>2. Bermental Pemuda</p>
<p align="justify">Selalulah berkata bahwa pemuda itu adalah mereka yang bermental bagaikan baja bukan kerupuk. Berani untuk memulai, berproses, dan berani pula menerima hasilnya.</p>
<p>3. Now or never</p>
<p align="justify">Jangan pernah berkata ‘ besok saja’ tapi katakanlah ‘sekarang atau tidak sama sekali’. Hanya ada satu kesempatan dalam hidup ini, kesempatan yang sama tak pernah berulang.</p>
<p>4.Mulai dari hal yang kecil.</p>
<p align="justify">Mulailah menata pengeluaran harian, aturlah rencana pengeluaran, carilah berbagai peluang yang bisa membuat anda berpenghasilan, tangkap satu atau dua saja yang menurut anda berprospek, lalu fokuslah.</p>
<p>5.Nikmati Proses dan Syukuri setiap yang anda lakukan.</p>
<p align="justify">Apapun yang kita lakukan di dunia ini tak pernah mangkir dari proses. Agar proses berjalan mulus maka nikmatilah setiap lika-likunya, dan bersyukurlah…!</p>
<p><a href="http://t4fsir.wodrpress.com/">t4fsir.wodrpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=30&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/30/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/hidup-mandiri1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">hidup-mandiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakekat dari Sebuah Kejujuran</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/28/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/28/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 03:55:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/28/</guid>
		<description><![CDATA[Hakekat dari Sebuah Kejujuran My facebook (Tafsir Alam) Disuatu desa terpencil dipinggiran kota , tinggalah seorang anak laki-laki bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana, orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih bersekolah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi keluarga. Untuk membantu keuangan keluarganya setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=28&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bannerbreak.com/" title="Banner Maker"><img src="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" border="0" alt="Banner Maker" title="Banner Maker"></a><br />
<strong></strong>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#FF0000;">Hakekat dari Sebuah Kejujuran</span></strong><br />
<a href="http://www.facebook.com/tafsiralam" title="Tafsir Alam" target="_blank">My facebook (Tafsir Alam)</a><br />
<a href="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/kejujuran1.jpeg"><img src="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/kejujuran1.jpeg?w=468" alt="" title="kejujuran"   class="alignleft size-full wp-image-86" /></a>
</p>
<p align="justify">Disuatu desa terpencil dipinggiran kota , tinggalah seorang anak laki-laki bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana, orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih bersekolah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi keluarga.</p>
<p align="justify">Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas pulang sekolah, ia pergi kepasar untuk berjualan asongan. Pada suatu hari saat anak ini sedang menjajakan dagangannya, tiba-tiba ia melihat sebuah bungkusan kertas koran yang cukup besar, terjatuh dipinggir jalan, lalu diambilnya bungkusan tersebut, kemudian dibukanya bungkusan itu, namun betapa kaget dan terkejutnya ia, ternyata isi bungkusan tersebut berisi uang dalam nominal besar.</p>
<p align="justify">Tampak diraut wajahnya rasa iba dan bukan kegembiraan, ia tampak kebinggungan, karena ia yakin uang ini pasti ada yang memilikinya, pada saat itu juga anak ini langsung berinisiatif untuk mencari si pemilik bungkusan tersebut, sambil mencari-cari si pemiliknya, tiba-tiba seorang ibu dengan ditemani seorang satpam datang dengan berlinang air mata menghampiri anak kecil itu, lalu ibu ini berkata “dek, bungkusan itu milik ibu, isi bungkusan itu adalah uang”.</p>
<p align="justify">Uang untuk biaya rumah sakit, karena anak ibu baru saja mengalami kecelakan korban tabrak lari, saat ini anak ibu dalam keadaan kritis dan harus cepat dioperasi karena terjadi pendarahan otak, kalau tidak cepat ditangani ibu khawatir jiwa anak ibu tidak akan tertolong.<br />
<span id="more-28"></span>
</p>
<p align="justify">Pagi ini ibu baru saja menjual semua harta yang ibu miliki untuk biaya rumah sakit, Ibu sangat membutuhkan uang ini untuk menyelamatkan jiwa anak ibu.</p>
<p align="justify">Lalu anak kecil tersebut berkata,” benar bu, aku sedang mencari pemilik bungkusan ini, karena aku yakin pemilik bungkusan ini sangat membutuhkan. “Ini bu !, milik ibu”. Setelah itu anak kecil tersebut langsung berlari pulang, sesampai dirumah ia ceritakan semua kejadian yang baru saja dialami kepada Ibu nya.</p>
<p align="justify">Lalu ibunya berkata , “ Benar anak ku ! “, kamu tidak boleh mengambil barang milik orang lain, walau pun itu dijalanan , karena barang itu bukan milik kita. Ibu sangat bangga pada mu nak, walau pun kita miskin, namun kamu KAYA dengan KEBAIKAN dan KEJUJURAN. Untuk apa kita memiliki kekayaan yang melimpah, sementara kita harus mengorbankan nyawa orang lain.</p>
<p align="justify">“Kamu sungguh anak yang baik nak”, ibu sangat bersyukur mempunyai anak sepertimu. Hari ini ibu percaya, kamu sudah menyelamatkan satu jiwa melalui kebaikan dan kejujuran mu, kamu harus jaga terus kejujuranmu , karena kejujuran dapat menyelamatkan banyak orang dan</p>
<p>kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana. “Apa yang bukan milik kita, pantang untuk kita ambil”.</p>
<p align="justify">(“Matamu adalah pelita tubuhmu, Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu. Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi gelap. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.” ).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=28&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/28/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/kejujuran1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">kejujuran</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perjalanan Hidup</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/whos-amung-us-2/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/whos-amung-us-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 02:42:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/whos-amung-us-2/</guid>
		<description><![CDATA[Perjalanan Hidup My facebook (Tafsir Alam) Dalam suatu perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyingkap segala rahasia kehidupan. Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detik jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan. Setiap insan mempunyai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=24&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bannerbreak.com/" title="Banner Maker"><img src="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" border="0" alt="Banner Maker" title="Banner Maker"></a><br />
<strong></strong>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#FF0000;">Perjalanan Hidup</span></strong><br />
<a href="http://www.facebook.com/tafsiralam" title="Tafsir Alam" target="_blank">My facebook (Tafsir Alam)</a><br />
<a href="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/perjalanan-hidup1.jpeg"><img src="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/perjalanan-hidup1.jpeg?w=468" alt="" title="perjalanan-hidup"   class="alignleft size-full wp-image-83" /></a>
</p>
<p align="justify">Dalam suatu perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Ada kalanya kita mesti berjuang, serta belajar menyingkap segala rahasia kehidupan.</p>
<p align="justify">Perjalanan menuju kesempurnaan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita. Setiap hembusan nafas, detik jantung, dari siang menuju malam. Semua menuju titik yang sama, kesempurnaan.</p>
<p align="justify">Setiap insan mempunyai hak yang sama atas waktu. Tidak ada seorangpun melebihi dari yang lain. Namun tak jarang setiap kita berbeda dalam menentukan sikapnya. Ada yang berjuang untuk melaluinya dengan membunuh waktu. Tidak pula sedikit yang merasakan sempitnya kesempatan yang dia ada.</p>
<p align="justify">Apa rahsia terbesar dalam hidup ini? Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.<span id="more-24"></span>
</p>
<p align="justify">Jean-Francois Champollion dicatat dalam sejarah dunia sebagai orang pertama yang berhasil membaca huruf Mesir kuno yang telah dilupakan ribuan tahun. Ternyata kemampuannya ini didukung oleh pengetahuan bahasa yang telah dikembangkannya sejak kecil ketika berusia 11 tahun, Champollion telah menguasai bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani. Dua tahun kemudian ia juga mempelajari bahasa Arab, Syria, Chaldea, dan Koptik.</p>
<p align="justify">Di tahun 1822, pada usia 32 tahun, Champollion selesai menterjemahkan batu Rosetta yang menjadi kunci pembacaan naskah Hieroglif Mesir kuno.</p>
<p align="justify">Hidup ini merupakan proses pembelajaran menuju lebih baik dan memahami akan cinta yang Allah SWT berikan buat manusia di dunia ini.</p>
<p>Note :
</p>
<p align="justify">Rahasia terbesar dalam hidup: Melewati hari ini dengan penuh makna. Makna tentang cinta, ilmu, dan iman. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.</p>
<p><a href="http://t4fsir.wordpress.com/">t4fsir.wordpress.com</a></p>
<p><a href="http://t4fsir.wordpress.com/"><br />
</a>
<div style="text-align:justify;">
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=24&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/whos-amung-us-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/perjalanan-hidup1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">perjalanan-hidup</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Menghargai Orang Lain</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/whos-amung-us/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/whos-amung-us/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 May 2011 02:36:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/whos-amung-us/</guid>
		<description><![CDATA[Belajar Menghargai Orang Lain My facebook (Tafsir Alam) Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki berumur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai penjual es krim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa “melihat” si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana ingar-bingar mal yang serba wangi dan indah. “Mbak, sundae cream harganya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=21&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bannerbreak.com/" title="Banner Maker"><img src="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" border="0" alt="Banner Maker" title="Banner Maker"></a><br />
<strong></strong>
<p><strong><span style="font-family:Arial;font-size:180%;color:#FF0000;">Belajar Menghargai Orang Lain</span></strong><br />
<a href="http://www.facebook.com/tafsiralam" title="Tafsir Alam" target="_blank">My facebook (Tafsir Alam)</a><br />
<a href="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/menghargai-orang-lain1.jpeg"><img src="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/menghargai-orang-lain1.jpeg?w=468" alt="" title="menghargai-orang-lain"   class="alignleft size-full wp-image-82" /></a>
</p>
<p align="justify">Minggu siang di sebuah mal. Seorang bocah lelaki berumur delapan tahun berjalan menuju ke sebuah gerai penjual es krim. Karena pendek, ia terpaksa memanjat untuk bisa “melihat” si pramusaji. Penampilannya yang lusuh sangat kontras dengan suasana ingar-bingar mal yang serba wangi dan indah.</p>
<p align="justify">“Mbak, sundae cream harganya berapa?” si bocah bertanya. “Lima ribu rupiah,” yang ditanya menjawab.<br />
Bocah itu kemudian merogoh recehan duit dari kantungnya. Ia menghitung recehan di telapak tangan dengan teliti. Sementara si pramusaji menunggu dengan raut muka tidak sabar. Maklum. banyak pembeli yang lebih “berduit” mengantri di belakang pembeli ingusan tersebut.</p>
<p align="justify">“Kalau plain cream berapa?”<br />
Dengan suara ketus setengah melecehkan, si pramusaji menjawab, “Tiga ribu lima ratus.”Lagi-lagi si bocah menghitung recehannya, “Kalau begitu saya mau sepiring plain cream saja, Mbak.” kata si bocah sambil memberikan uang sejumlah harga es yang diminta. Si pramusaji pun segera mengangsurkan sepiring plain cream.</p>
<p align="justify">Beberapa waktu kemudian, si pramugari membersihkan meja dan piring kotor yang sudah ditinggalkan para pembeli. Ketika mengangkat piring es krim bekas dipakai bocah itu, ia terperanjat. <span id="more-21"></span>Di meja itu terlihat dua keping logam lima ratusan serta lima keping recehan seratusan yang tersusun rapi. Ada rasa penyesalan tersumbat di kerongkongan. Sang pramusaji tersadar, sebenarnya bocah tadi bisa membeli sundae cream. Namun, ia mengorbankan keinginan pribadi dengan maksud agar bisa memberikan tip bagi si pramusaji.</p>
<p align="justify">Pesan moral yang dibawa oleh anak tadi; setiap manusia di dunia ini adalah penting. Di mana pun kita wajib memperlakukan orang lain dengan sopan, bermartabat, dan penuh hormat.</p>
<p><a href="http://t4fsir.wordpress.com/">http://t4fsir.wordpress.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=21&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/22/whos-amung-us/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bannerbreak.com/banners/7/916/130611943146762851.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Banner Maker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tafsiralam.files.wordpress.com/2011/05/menghargai-orang-lain1.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">menghargai-orang-lain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/21/hello-world/</link>
		<comments>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/21/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 04:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tafsir Alam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tafsiralam.wordpress.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post. Here are some suggestions for your first post. You can find new ideas for what to blog about by [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=1&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit <a title="Direct link to the Add New in the Admin Dashboard" href="/wp-admin/post-new.php">Add New</a> on the left (of the <a title="Direct link to this blog's admin dashboard" href="/wp-admin">admin dashboard</a>) to start a fresh post.</p>
<p><a title="Learn WordPress.com—From zero to hero." href="http://learn.wordpress.com/">Here</a> are some suggestions for your first post.</p>
<ol>
<li>You can find new ideas for what to blog about by reading <a title="The Daily Post at WordPress.com—post something every day" href="http://dailypost.wordpress.com/">the Daily Post</a>.</li>
<li>Add <a title="Click the &quot;Press This&quot; link on this page to activate the Press this bookmark feature." href="/wp-admin/tools.php">PressThis</a> to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.</li>
<li><a title="Edit the first post on this blog." href="/wp-admin/post.php?post=1&amp;action=edit">Make some changes to this page</a>, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/tafsiralam.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/tafsiralam.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/tafsiralam.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/tafsiralam.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/tafsiralam.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/tafsiralam.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/tafsiralam.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/tafsiralam.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/tafsiralam.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/tafsiralam.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/tafsiralam.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/tafsiralam.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/tafsiralam.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/tafsiralam.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=tafsiralam.wordpress.com&amp;blog=23328144&amp;post=1&amp;subd=tafsiralam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tafsiralam.wordpress.com/2011/05/21/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/71900f76cd614093f233bae771488bd9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">tafsiralam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
